Kamis, 24 Januari 2013

Materi KIMIA ,, . . .!!

Penamaan Senyawa Asam

Secara umum, senyawa asam dapat dikelompokkan menjadi tiga:
  1. Senyawa asam yang tidak mengandung oksigen; penamaannya cukup dengan menuliskan kata “asam” lalu diikuti oleh anion/sisa asam dengan akhiran “-ida”
  2. Senyawa asam yang mengandung oksigen; tidak ada aturan baku dalam penamaan jenis asam yang satu ini, hanya tergantung pada jenis anionnya.
  3. Senyawa asam oksihalogen yaitu senyawa asam halida yang mengandung oksigen; penamannya tergantung dari jumlah biloks halogennya:
Biloks +1 : asam hipohalit {trivial} atau asam halat (I) {IUPAC}
Biloks +3 : asam halit {trivial} atau asam halat (III) {IUPAC}
Biloks +5 : asam halat {trivial} atau asam halat (V) {IUPAC}
Biloks +7 : asam perhalat {trivial} atau asam halat (VII) {IUPAC}
Ganti suku kata “hal” pada kedua metode tata nama di atas dengan nama halogennya (klor untuk Cl, brom untuk Br, iod untuk I). Fluor F tidak memembentuk asam oksihalogen karena paling elektronegatif dengan kata lain hanya mempunyai satu bilangan oksidasi yaitu -1.

Contoh tata nama senyawa asam.
1. Senyawa asam yang tidak mengandung oksigen
HCl : asam clorida
HBr : asam bromida
HCN : asam sianida
H2S : asam sulfida
H2F : asam fluorida

2. Senyawa asam yang mengandung oksigenHNO3 : asam nitrat (anion berupa ion nitrat NO3-)
H2CO3 : asam karbonat (anion berupa ion karbonat CO32-)
H2SO4 : asam sulfat (anion berupa ion sufat SO42-)
H2CrO4 : asam kromat (anion berupa ion kromat CrO42-)
H3PO4 : asam fosfat (anion berupa ion fosfat PO43-)

3. Senyawa asam oksihalogen
Asam dengan biloks +1 :
HClO : Asam hipoklorit {trivial} atau asam klorat (I)
HBrO : asam hipobromit {trivial} atau asam bromat (I)
Asam dengan biloks +3 :
HClO2 : asam klorit {trivial} atau asam klorat (III)
Asam dengan biloks +5 :
HClO3 : asam klorat {trivial} atau asam klorat (V)
HIO3 : asam iodat {trivial} atau asam iodat (V)
Asam dengan biloks +7 :
HClO4 : asam perklorat {trivial} atau asam klorat (VII)
HBrO4 : asam perbromat {trivial} atau asam bromat (VII)

Penamaan Senyawa Basa

Penamaan senyawa basa dengan menyebutkan nama kation/ion logam terlebih dahulu lalu diikuti dengan “hidroksida”. Jika kation berupa logam yang memiliki lebih dari 1 bilangan oksidasi, maka tuliskan bilangan oksidasi setelah nama kation/logamnya.

Contoh penamaan senyawa basa
NaOH : natrium hidroksida (ion logam natrium Na+)
Ca(OH)2 : calsium hidroksida (ion logam calsium Ca2+)
Al(OH)3 : aluminium hidroksida (ion logam aluminium Al3+)
Fe(OH)2 : besi(II) hidroksida (ion logam besi Fe2+)
Fe(OH)3 : besi(III) hidroksida (ion logam besi Fe3+)

Jumat, 14 September 2012

Foto Langka Virus-virus Paling Mematikan di Dunia

Sepintas Anda mungkin menganggap gambar-gambar berikut sebagai sebuah karya seni modern, namun faktanya foto-foto ini sebenarnya menunjukkan beberapa virus paling mematikan yang ada di dunia. Termasuk diantaranya antrax dan ebola.

Gambar-gambar menakjubkan ini diambil oleh para fotografer sains di Eye of Science, Jerman, Mereka mengambil koleksi sampel dari Science Photo Library di London.

Kemudian, sampel tersebut diabadikan menggunakan teknologi fotografi terbaru yang memungkinkan setiap materi super kecil diperbesar hingga lebih dari 18 ribu kali.

Salah satu contohnya adalah foto virus yang menyebabkan wabah Black Death di Eropa sekitar tahun 1664-1665. Contoh lainnya adalah virus yang menyebabkan wabah SARS, yakni penyakit paru-paru fatal yang pertama kali merebak di China tahun 2002.

"Di masa lalu, gambar ini akan digunakan semata-mata untuk penelitian," ujar Mark Abbott dari Photo Library Science.

"Beberapa gambar telah dibandingkan dengan karya seni dan bahkan direproduksi dalam buku-buku seni. Kami mendapat respon yang luar biasa. Itu benar-benar membantu untuk berbagi ilmu dengan masyarakat umum, terutama anak-anak."

Bakteri e-coli, diperbesar menjadi 17 ribu kali.

Virus polio ini diperbesar hingga 90 ribu kali.

Virus influenza, diperbesar hingga 230 ribu kali.

Virus SARS (berwarna merah), diperbesar hingga 56 ribu kali.

Virus ebola, diperbesar hingga 12.500 kali.

Virus cacar, diperbesar hingga 28.500 kali.

Bakteri meningitis, diperbesar hingga 33 ribu kali.

Streptococcus pneumoniae, menyebabkan penyakit pneumonia.

Bakteri Plague, penyebab wabah Black Death di Eropa pertengahan abad ke-14.

Bacillus anthracis bacteria, bakteri penyebab wabah antrax.

Bakteri tubercolosis, jika mencapai paru-paru akan menjadi fatal.

Borrelia burgdorferi, menyebabkan penyakit lyme pada manusia.